Medical Check Up
Medical Check Up adalah prevensi yang dapat dilakukan untuk menghindari kekecewaan dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan kesehatan yang datang tanpa kita sadari.

Dengan melaksanakan Medical Check Up secara berkala, minimal satu tahun sekali, kesehatan Anda akan dapat termonitor dengan baik. Dengan kesehatan yang baik, semua kesibukan dan acara penting Anda yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, akan dapat berlangsung dengan sukses.

Berbagai jenis pelayanan untuk pemeriksaan kesehatan yang sangat lengkap sesuai kebutuhan Anda, telah kami siapkan. Anda akan diperiksa oleh Tim medis kami yang terdiri dari Dokter Dokter Ahli yang ditunjang dengan peralatan- peralatan laboratorium dan radiologi yang mutakhir. Hasil pemeriksaan yang akurat akan disusun dalam bentuk Buku yang akan diserahkan kepada Anda satu minggu setelah check up dilakukan.

Klinik Utama Medika Pura siap melayani Anda untuk merancang program Medical Check Up yang Anda butuhkan.

Berikut adalah bentuk pengecekan dalam Medical Check Up :
Pelayanan Audiometri & Spirometri

Audiometri
Audiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis dan derajat ketulian (gangguan dengar). Pemeriksaan audiometri memerlukan : audiometer, ruang kedap suara, dan audiologist.

Pemeriksaan ini menghasilkan grafik nilai ambang pendengaran pasien pada stimulus nada murni. Nilai ambang diukur dengan frekuensi yang berbeda-beda. Secara kasar bahwa pendengaran yang normal grafik berada diatas.

Kategori Tuli
  • Ringan : masih bisa mendengar pada intensitas 20-40 dB
  • Sedang : masih bisa mendengar pada intensitas 40-60 dB
  • Berat : sudah tidak dapat mendengar pada intensitas 60-80 dB
  • Berat sekali : sudah tidak dapat mendengar pada intensitas > 80 dB
  • Spirometri
    Spirometri adalah tes fungsi paru-paru yang paling sering digunakan untuk mengukur volume dan kecepatan udara yang dapat dihirup dan dikeluarkan, serta mendeteksi kelainan pada saluran pernapasan, misalnya penyumbatan.

    Alat seperti pipa yang panjangnya sekitar 7 cm dan berdiameter sekitar 3 cm, dimasukkan ke mulut pasien. Lantas pipa ini disambungkan ke spirometri. Pasien diminta menarik napas sedalam-dalamnya, lalu diembuskan kembali pelan-pelan sampai habis hingga dokter memberikan aba-aba berhenti. Cara ini diulangi tiga kali, lalu diambil nilai yang terbaik.

    Kategori Fungsi Paru-Paru
  • Normal : Jika pergerakan diafragma menyumbang di atas 75 persen terhadap perubahan intratoraks
  • Gangguan ringan : Jika pergerakan diafragma menyumbang sebesar 60 s/d 75 persen terhadap perubahan intratoraks
  • Gangguan sedang : Jika pergerakan diafragma menyumbang sebesar 60 persen terhadap perubahan intratoraks
  • Gangguan berat : Jika pergerakan diafragma menyumbang sebesar 30 persen terhadap perubahan intratoraks
  • Pelayanan Treadmill
    Treadmill atau lebih lengkapnya treadmill stress test adalah pembebanan yang dilakukan di atas treadmill, berupa ban berjalan seperti alat olah raga pada umumnya, tetapi dilengkapi dengan monitor dan alat rekam jantung (EKG). Prinsipnya adalah merekam aktifitas jantung pada saat latihan.

    Kegunaan treadmill :
    Untuk mendeteksi dini penyakit jantung koroner

    - Pemeriksaan Treadmill :
    Syarat pemeriksaan :

  • Pasien puasa selama 3 jam sebelum pemeriksaan
  • Tekanan darah tidak tinggi ( maximal 140/90 mmHg )
  • Pelayanan Radiologi
    Radiologi adalah ilmu kedokteran untuk melihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik. Frekuensi yang dipakai berbentuk sinar-x (x-ray). Bagian radiologi kami melayani:

  • Rontgen: Untuk mendiagnosa kelainan pada organ tubuh seperti paru-paru, retak pada tulang
  • Mammografi : Untuk mendiagnosa kelainan-kelainan pada payudara
  • Panoramic : Untuk mendiagnosa kelainan pada gigi & rongga mulut.
  • Cephalometric : Untuk mendiagnosa kelainan rahang.
  • Mobile Rontgen : alat rontgen yang dapat mobile mendatangi tempat pasien, sehingga pasien tidak perlu datang ke tempat pengambilan gambar rontgen
  • Syarat-syarat pemeriksaan rontgen:

    Tanpa Kontras ( Thorax, Cervical, Vertebra, Panoramic, dll ) :

    Tidak ada syarat khusus

    Dengan Kontras :

    - Ro. BNO-IVP :

  • Pasien harus sudah melakukan pemeriksaan creatinin (bila Creatinin tinggi tidak dapat dilakukan pemeriksaan IVP )
  • Melakukan pembersihan sal cerna (Urus-urus) dengan minum garam inggris 30 mg (tersedia di apotik) dengan 1 gelas air putih 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan, sebelumnya pasien dianjurkan makan makanan yang tidak berserat (lembut)
  • Pasien dianjurkan tidak banyak bicara dan tidak merokok
  • Puasa selama 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan ( setelah minum garam inggris ) boleh minum air putih
  • - Ro Colon in loop, Double Contras Colonografi (DCC)

  • Pasien Puasa 12 jam sebelum pemeriksaan
  • Melakukan pembersihan sal cerna ( urus-urus ) dengan minum garam inggris 30 mg dengan 1 gelas air putih 12 jam sebelum pemeriksaan
  • Diianjurkan tidak banyak bicara dan tidak merokok
  • Khusus untuk Colon in Loop dengan kasus Megacolon pasien tidak perlu dilakukan persiapan pemeriksaan
  • - Ro. HSG ( Hystero Salphyngo Grafi )

  • Pemeriksaan dilakukan pada hari ke 8 -11 setelah hari pertama menstruasi terakhir (hari pertama keluar darah menstruasi yang terakhir dihitung sebagai hari I )
  • Pasien tidak boleh coitus (berhubungan dengan suami) sampai dengan dilakukan pemeriksaan
  • - Ro. OMD (Oesophago Maag Duodeno Grafi )

  • Pasien puasa 6 jam sebelum dilakukan pemeriksaan
  • Pada pemeriksaan pasien minum cairan kontras ( barium )
  • - Ro. Urethrografi, Oesophagografi, Fistulografi : tidak ada persiapan khusus

    - Ro. Mammografi

  • Pemeriksaan dilakukan 1 minggu setelah menstruasi ( tidak saat menjelang menstruasi )
  • Lebih baik pemeriksaan dilakukan untuk usia 30 tahun keatas
  • Untuk usia dibawah 30 tahun disarankan untuk dilakukan USG mammae ( hasil pemeriksaan lebih jelas karena massa mammae masih padat )
  • - Ro. Appendicogram

  • Sehari sebelumnya dilakukan pemeriksaan foto BNO
  • Pasien minum barium kontras yang dilarutkan dengan 1 gelas air putih
  • pada 8 jam sebelum pemeriksaan / foto berikutnya
  • Setelah 8 jam pasien kembali untuk dilakukan foto BNO yang ke2
  • Pasien tidak perlu puasa
  • Setelah minum barium, tidak boleh BAB sampai dilakukan foto Berikutnya.
  • MEDICAL CHECK UP REPORTING SYSTEM
    Sehubungan dengan pesatnya sistem teknologi dan informasi, maka hasil medical check up klinik Amanah Medika Pura akan disusun dan dilaporkan online baik internal dan eksternal, sehingga kesalahan dalam menginput data dapat diminimalisir dan laporan hasil medical check up dapat diterima paling lama 2 hari kerja.

    × How can I help you?